Mengejutkan! Dikira Teroris, Pasutri Ini Ditangkap Oleh Polisi

Arifin memaklumi kesalahan pihak kepolisian yang telah menangkap dirinya dan istrinya. Sebab, kejadian bom bunuh diri di Surabaya beruntun dan menyebabkan puluhan korban meninggal. “Cuma salah paham. Di Surabaya seperti itu, di Sidoarjo juga seperti itu. Akhirnya istri saya dikira model seperti itu. Mungkin pihak kepolisian cuma jaga-jaga saja lah. Saya maklumi juga karena mereka juga menjalankam tugas,” katanya. Saat rumahnya digeledah, polisi mengamankan sejumlah buku-buku, termasuk buku pegajian milik istrinya. “Istri saya kan memang suka ngaji. Ada buku tafsir, tentang shalat, tentang puasa. Tidak ada tentang jihad,” jelasnya. Dalam kesehariannya, Arifin bekerja di PO BOX Kantor Pos Malang. Sementara istrinya membuat telur asin di rumahnya.

Sementara itu, usai menggeledah rumah Arifin, polisi mengamankan sejumlah peralatan. Termasuk sejumlah buku. “Yang diamankan dari rumahnya hanya buku-buku dan peralatan semuanya, tapi belum kita temukan itu apa saja,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Cerita Suami Istri yang Ditangkap Polisi karena Dikira Terduga Teroris”, https://regional.kompas.com/read/2018/05/16/18212431/cerita-suami-istri-yang-ditangkap-polisi-karena-dikira-terduga-teroris.