Inilah Yang Harus Mata Hindari Saat Bulan Puasa!

 

Jadiviral-Bulan Ramadhan akan tiba sebentar lagi, umat Muslim di seluruh dunia akan menjalankan puasa. Pada saat itu, mereka menahan diri untuk tidak makan dan minum, serta menahan hawa nafsu dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Tak sampai di situ, puasa mata juga harus dilakukan.

Lalu apakah yang dimaksud dengan puasa mata? dilansir Okezone puasa mata itu puasa yang mata kita tidak boleh dilihat, kasarnya melihat kemaksiatan. Kemaksiatan banyak macamnya termasuk melihat aib orang divulgarkan di TV. Oleh karenanya, seyogyanya jangan melihat yang tidak perlu termasuk melihat (tayangan) gosip. Begitulah ucap seorang ustadz, Hasan Bisri saat diwawancarai Okezone Jumat, 11 Mei 2018.

“Hindari penglihatan yang membuat mata kita menjadi melakukan kesalahan terhadap Allah. Kalau ada orang yang gosip, alihkan mata kita karena gosip itu bagian dari ghibah. Pokoknya, intinya mata kita dijaga jangan sampai melihat hal-hal yang berlawanan atau tidak boleh sama agama, dalam hal ini agama Islam,” tambahnya.

Menurut Ustad Hasan Bisri, bila mata melihat hal-hal yang berbau kemaksiatan maka puasa bisa menjadi batal. Seperti yang diketahui, puasa terbagi menjadi tiga macam yaitu puasa awam, puasa khusus, dan puasa paling khusus yang dilakukan oleh para nabi.

“Kalau puasa awam itu seperti orang awam, hanya sekadar menahan lapar dan dahaga. Tapi kalau puasa yang khusus itu tingkatannya sudah lebih tinggi lagi, di antaranya bisa meredam mata kita untuk tidak berbuat kemaksiatan,” jelasnya.

“Puasa itu menahan hawa nafsu, menahan makan minum dari waktu fajar sampai matahari terbenam, itu namanya puasa yang secara syar’i. Dalam hukum agama wajib dilaksanakan oleh penganutnya. Aturan melarang, ya sudah kita taati ada puasa mata,” tambah Ustad Hasan Bisri.

Tak hanya itu, selagi puasa usahakan untuk menghindari melihat makanan hingga memiliki rasa keinginan untuk mencicipi atau ngiler. “Walaupun secara syar’i belum dimakan, tapi keinginan untuk mencicipi atau dilihat supaya kenyang itu puasanya orang awam bukan orang khusus. Jadi masih tergoda oleh bujuk rayu yang sifatnya dalam hal ini kita harus bisa membeda-bedakan. Kalau orang yang biasa mungkin enggak masalah, tapi pada dasarnya sudah menciderai puasanya,” terangnya.

Bagi para kaum Hawa yang senang berbelanja karena melihat ada promosi diskon juga harus berhati-hati. “Diskon kalau sifatnya mu’amalah jual beli enggak masalah. Tapi jangan memaksakan gara-gara diskon yang seharusnya ada kewajiban lain (jadi) dikorbankan, itu nafsu namanya,” pungkas Ustad Hasan Bisri.

Jadi, apakah kalian sudah siap untuk menyambut bulan puasa buat tahun ini?